Inovasi Mahasiswa KKN-T IPB: Sulap Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik Cair Bersama Kelompok PKK Kal

Agung Kurniawan 26 Agustus 2026 12:56:01 WIB

WUNUNG - Limbah dapur berupa air cucian beras yang kerap dibuang begitu saja kini menjadi barang bernilai tambah di tangan warga Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Melalui Program SI BERAS (Solusi Inovatif Berbasis Air Cucian Beras), Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB University mengedukasi masyarakat setempat untuk mengolah limbah rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair (POC) bernutrisi tinggi bagi tanaman. Kegiatan sosialisasi yang disertai demonstrasi praktis ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026 dengan menggandeng pengurus dan anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Wunung sebagai sasaran utama.

Solusi Murah dan Ramah Lingkungan

Penggunaan air cucian beras - khususnya dari bilasan pertama dan kedua menjadi bahan utama dalam pembuatan POC ini. Cairan tersebut dicampurkan dengan larutan air gula merah serta dekomposer EM4, kemudian dihomogenkan dan dibiarkan melewati proses fermentasi dalam wadah tertutup.

 

Program SI BERAS diusung dengan dua fokus utama:

Meningkatkan Produktivitas Tanaman: Menghasilkan pupuk organik kaya nutrisi yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman pekarangan maupun komoditas pertanian warga Kalurahan Wunung.

Alternatif Murah dan Terjangkau: Memberikan opsi pupuk cair organik yang bahannya sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari tanpa membebani biaya dapur warga.

 

Pemberdayaan Berkelanjutan di Celah Rumah Tangga

Langkah ini tidak hanya sekadar edukasi teori. Di akhir sesi demonstrasi, hasil olahan POC yang dibuat bersama diserahkan langsung kepada para anggota kelompok PKK untuk dibawa pulang agar dapat dipraktikkan serta dimanfaatkan pada pekarangan rumah masing-masing.

Melalui keberlanjutan Program SI BERAS, mahasiswa KKN-T  Inovasi IPB University berharap kebiasaan membuang limbah cair rumah tangga secara berlebihan dapat berkurang. Pengolahan limbah sederhana ini diharapkan dapat terus direplikasi oleh ibu-ibu PKK untuk dapat menciptakan lingkungan desa yang mandiri pangan, hijau dan hemat biaya produksi pertanian domestik.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial