TRADISI SELAMATAN DI WUNUNG YANG MASIH KENTAL

Operator Pelayanan 21 Maret 2023 14:13:35 WIB

Kemeriahan acara syukuran seperti pernikahan atau kelahiran di Indonesia umumnya selalu ada makanan simbolik. Tak terkecuali dalam adat Jawa, makanan erat dengan makna tertentu. Salah satu makanan syukuran dalam adat jawa adalah ayam ingkung. Ayam ingkung merupakan ayam utuh yang dihidangkan bersama jeroannya. Bukan sekedar ayam yang dimasak, ada filosofi yang melekat pada ayam ingkung. 

Ayam ingkung berasal dari kata “manengkung” yang berarti memanjatkan doa kepada Tuhan dengan kesungguhan hati. Ayam ingkung menjadi komponen pokok dalam tumpeng.

Bersamaan dengan tumpeng, ayam ingkung diprediksi sudah ada sejak kerajaan Jawa dipengaruhi oleh agama Hindu (Taylor, 2003 dalam Jati, 2014). Menurut Dewi (2011) istilah ayam ingkung disebutkan pada karya sastra lama, Serat Centhini II, yang menyebutkan mengenai iwak pitik (lauk ayam).

Ayam ingkung memiliki filosofi yang tak bisa diabaikan dalam budaya Jawa. Ayam adalah lambang dari rasa syukur dan kenikmatan yang didapat di dunia karena kuasa Tuhan. Hanya ayam yang baik dan lezat saja yang menjadi persembahan, itulah mengapa ayam ingkung disajikan dalam bentuk utuh dan ditata dengan indah.

Begitu juga di Kalurahan Wunung masih kental dengan kenduri atau bagi-bagi rezeki kepada tetangga atau sanak saudara dengan niat syukuran atas nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT kepada hambanya, semoga ke depan bia lebih banyak lagi nikmat yang Alloh berikan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar